blogkombecks
Sedang memuat...

12 Juli, Selamat Hari Suporter Nasional ke-14

KOMBECKS. 12 Juli, Selamat Hari Suporter Nasional ! Hari ini, tepat 14 tahun silam, 12 Juli 2000  berkumpullah beberapa kelompok suporter di ruang rapat Redaksi BOLA, Jalan Pal Merah Selatan 3 Jakarta untuk menetapkan dua keputusan penting Hari Sepakbola Nasional (HSN) dan Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia (ASSI).

Pencetus Hari Sepakbola Nasional (HSN) adalah Bambang Haryanto. Atas idenya ini Bambang Haryanto mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai pencetus HSN 12 Juli.

Bambang Haryanto yang suka sepakbola sejak kecil mengawali kiprahnya didunia suporter pada tahun 2000, diajak oleh adiknya, Mayor Haristanto. Saat itu adalah membina suporter yang baru berdiri, yaitu Pasoepati. Muncul ide untuk menetapkan hari suporter nasional. Para tokoh suporter lainnya menyambut positif ide ini.

Rabu, 12 Juli 2000. Di ruang rapat Redaksi BOLA, Jalan Pal Merah Selatan 3 Jakarta, sebuah kesepakatan telah diambil. Dalam dialog seusai santap siang, para kelompok suporter pembaru menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Suporter Nasional (HSN).

Pertemuan ini dihadiri oleh Sigit Nugroho (BOLA) Mayor Haristanto, Panji Kartiko, Ryan Ardhianto (Pasoepati), Rudi Permadi (Aremania), Haryanto (Bonekmania), Gugun Gondrong dan Ferry Indrasyarief (Jakmania), Herru Joko, Agus Rahmat, Eri Herdian, Leo Nandang Rukaran (Viking), Robert Manurung (Kampakmania), dan beberapa perwakilan dari kelompok suporter lain, seperti Macz Man dan PKT bontang.

Selain menetapkan hari itu menjadi Hari Suporter Nasional, pertemuan itu juga membentuk Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia (ASSI). Kini ASSI sudah tak kedengaran lagi kabarnya.

Seberapa penting Hari Suporter ini? Hari Suporter adalah momen dimana seluruh kelompok suporter bersatu dan diwadahi oleh sebuah organisasi bernama ASSI. Dengan harapan dapat menjadi wadah persatuan suporter, wadah diskusi, dan mewujudkan persaingan yang sehat dengan mengutamakan kreativitas antar suporter.

Hari Suporter Nasional diharapkan dapat menjadi roh kebangkitan suporter dalam berbuat baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya.

Dulu, sebuah produsen rokok yang menjadi sponsor Coppa Indonesia waktu itu menggelar dua kali Jambore Suporter di tahun 2006 di Cisarua dan 2007 (Sabur, Bali). Di ajang ini bertemu sekitar 50-an kelompok suporter se-Indonesia. Even yang menyatukan suporter seluruh Indonesia ini juga dihadiri oleh Badan Liga Indonesia dan juga perwakilan PSSI.

Pada Jambore tahun 2007, muncul ide dari Tommy Hermarto untuk kembali menghidupkan Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia. Namun hingga kini tak terdengar kabarnya.

Rivalitas suporter Indonesia yang kini justru menjurus ke adu fisik merupakan hal yang tak bisa kita serahkan ke ASSI yang mempertahankan dirinya saja tidak bisa. Pada akhirnya, pendewasaan pada masing-masing kelompok suporterlah jalan terbaik mengatasi konflik yang ada.

Saat ini sudah gencar kampanye pendewasaaan suporter yang dilakukan para petinggi suporter baik itu melalui web resmi masing-masing, maupun melalui media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Bahkan petinggi kelompok suporter yang head-to-head terlibat konflik bertemu untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Namun keputusan-keputusan yang dibuat kerap tidak menyentuh anggota pada level paling bawah. Konflik pada grass-root tetap saja berlanjut.

Dengan semangat Hari Suporter Nasional, marilah bersatu suporter Indonesia. Luapkanlah fanatisme kita dengan cara-cara yang elegan dan penuh kreativitas tanpa harus adu fisik dan saling hina satu sama lain, karena sebenarnya kita satu, satu Indonesia.

Selamat Hari Suporter Nasional ke-14 tahun 2014 !
Dari Redaksi 2599317936349819994

Beranda item