blogkombecks
Sedang memuat...

Kejanggalan Semen Padang Selama Proses Penyatuan ISL dan IPL 2013

KOMBECKS. Kejanggalan Semen Padang Selama Proses Penyatuan ISL dan IPL 2013. Sejak terjadinya konflik di PSSI memang banyak kejanggalan yang terjadi disepakbola Indonesia. Tak terkecuali kejanggalan saat Semen Padang FC tersingkir di perempat final AFC cup dan tidak adanya juara play-off.

Semen Padang di AFC Cup
Bukan bermaksud mengukit masa lalu, namun kami disini mencoba menganalisis dengan data dan fakta. Kejanggalan ini terjadi ketika Semen Padang bermain tidak seperti biasanya di leg kedua perempat final yang dilangsungkan di Stadion Agus Salim, Padang.

Para pemain Semen Padang bermain tidak se-ngotot seperti biasanya di AFC Cup. Kita tahu bahwa Semen Padang adalah salah satu dari 3 tim saat itu yang tidak terkalahkan selama babak grup. Semen Padang meraih kemenangan 5 kemenangan dan 1 imbang. Satu imbang inipun bisa dibilang sebuah "kecelakaan" karena berbagai kendala Semen Padang tidak dapat menurunkan satupun pemain asingnya.

Tampil menjadi juara grup E kala itu, Semen Padang menjamu SHB Da Nang di Padang. Disini bisa kita lihat betapa ngotot-nya skuad Kabau Sirah untuk menang.  Semen Padang bahkan sempat tertinggal 0-1 lebih dulu setelah pemain SHB Da Nang Merlo Sebastian Gaston mencetak gol pada menit ke-31.

Namun Semen Padang akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama lewat penalti Edward Wilson.  Pertandingan berlangsung menegangkan. Semen Padang yang bermain konsisten sepanjang laga akhirnya memastikan kemenangan pada menit 90+2 ! Bayangkan betapa ketatnya laga ini. Semua pemain menunjukan semangat pantang menyerah.

Begitu pula ketika leg pertama perempat final di India menghadapi East Bengal. Meskipun Semen Padnag kalah 1-0 namun, pemain menunjukan kelasnya di kandang lawan. Nah pada leg kedua mulai keanehan. Semen Padang bermain tidak seperti biasanya.

Bahkan Semen Padang tampak hanya mencari hasil imbang untuk menghindari rasa malu kalah di Stadion Agus Salim. Padahal Semen Padang sempat unggul 1-0 hingga menit ke-78. Saat itu agregat masih imbang 1-1.

Akibatnya sebagian suporter Semen Padang menduga telah terjadi deal-deal tertentu antara Semen Padang dengan PSSI. Hal ini tentu terkait dengan upaya rekonsiliasi dan penyatuan liga yang digagas oleh PSSI saat itu.

Ini terkati legalitas IPL. Jika Semen Padang lolos kesemifinal AFC Cup. Maka dibutuhkan waktu hampir sebulan hingga leg kedua semifinal usai dengan catatan SP tersingkir pada babak ini.  IPL distop pada tanggal 3 Oktober 2013 dan dinyatakan liga yang tidak diakui. Dengan dihentikannya IPL ini otomatis PSSI hanya mengakui ISL.

Jika SP melaju hingga semifinal yang leg pertama 1 Oktober dan leg kedua 22 Oktober, maka PSSI tidak bisa menyatakan IPL ilegal karena wakilnya masih eksis dikompetisi resmi yang lebih tinggi. PSSI dan AFC masih mengakui IPL sebagai liga resmi saat itu.

Dengan terisingkirnya Semen Padang lebih awal dari AFC Cup, maka proses penyatuan liga tidak akan terganggu. Untuk menentukan tim yang lolos maka PSSI memutuskan untuk mengadakan play-off bagi klub-klub IPL sebagai syarat lolos ke ISL. Disinilah Semen Padang mendapat keistimewaan dengan wildcard.

Tidak jelas apakah ada kaitannya wildcard ini dengan sikap SP yang selama ini telah menjadi "anak yang baik" PSSI selama ini, termasuk PSSI berkuasa.

Semen Padang di play-off
Namun play-off ini akhirnya berantakan, karena FIFA masih mengakui IPL sebagai liga resmi. Hal ini terlihat dari klasemen play-off yang dipajang disitus resmi FIFA. PSSI akhirnya membatalkan final IPL antara juara play-off dengan Semen Padang.

Jika final play-off ini terjadi sudah pasti menghasilkan juara IPL, maka peluang tim juara untuk mewakili Indonesia di AFC cup terbuka lebar. Namun sayang final itu tidak pernah terjadi.

PSSI saat itu memberikan izin kepada Semen Padang untuk mengikuti sebuah turnamen pra-musim di Vietnam yang bertajuk Binh Duong TV Cup (BTV Cup). Padahal PSSI tahu betul dengan jadwal play-off yang mereka buat sendiri, mereka sengaja memberikan izin ke SP untuk melakukan agenda tidak penting itu! dan anehnya SP juga mau berangkat padahal final IPL sudah menunggu.

Kepada media bahkan PSSI tidak segan-segan mengkambing-hitamkan Semen Padang penyebab gagalnya final.  Final IPL antara juara play-off dengan Semen Padang ini akhirnya dibatalkan dengan alasan Semen Padang mengikuti turnamen di Vietnam sejak 25 Oktober sampai 3 November 2013.  Sementara final IPL dijadwalkan 2 November.

Maka jadilah Pro Duta yang tampil sebagai juara play-off IPL menjadi juara tanpa mahkota dan tidak mendapat hak tampil di AFC Cup sebagai klub "juara" liga sah. Pro Duta hanya juara play-off, bukan juara IPL !

Hasil play-off juga tidak diakui karena PSSI ujung-ujungnya menggunakan verifikasi untuk menentukan tim IPL yang lolos ke ISL. Pro Duta akhirnya harus gigit jari untuk kedua kalinya ketika tidak lolos ke ISL karena "digagalkan" dalam verifikasi.
Dari Redaksi 2040242199842369296

Beranda item