blogkombecks
Sedang memuat...

Tiga Pertandingan, Tiga Pelatih dan Satu Poin

Tiga Pertandingan, Tiga Pelatih dan Satu Poin. 3 Pertandingan 3 Pelatih dan 1 Poin inilah yang baru saja dialami timnas senior di kualifikasi Piala Asia 2015. Indonesia harus beganti-ganti pelatih pada setiap pertandingan mereka di grup C. Nil Maizar, Rahmad Darmawan, dan Jacksen F. Tiago.

Simak rangkuman KOMBECKS tentang kejadian unik yang tengah menimpa timnas Indonesia ini:

1. IRAQ 1-0 INDONESIA -  (Nil Maizar)
Ini adalah pertandingan pertama Indonesia di kualifikasi Grup C Piala Asia. Bermain di Stadion Rashid, Dubai 6 Februari 2013 Indonesia kalah 0-1 atas tuan rumah Iraq. Saat itu sedang terjadi konflik panas di tubuh PSSI. Akibatnya Nil Maizar tidak bisa leluasa dalam memilih pemain. Bermaterikan pemain yang merumput di IPL dan minim jam terbang internasional Indonesia "nekat" menghadapi Iraq.

Hasilnya tidak terlalu jelek. Indonesia berhasil bertahan dari gempuran Iraq hingga menit ke-66. Sebuah hal yang bagus mengingat Iraq adalah juara bertahan Piala Asia. Sebuah harapan mulai tumbuh, namun PSSI akhirnya memecat Nil Maizar.

2. INDONESIA 1-2 ARAB SAUDI - (Rahmad Darmawan)
Setelah pemecatan Nil Maizar, PSSI mengangkat Rahmad Darmawan sebagai pelatih. Rahmad Darmawan. Dibawah kepelatihan Rahmad Darmawan materi pemain justru berbanding terbalik dengan saat laga pertama kontra Iraq. Skuad didominasi pemain yang bermain di ISL.

Walaupun sudah didominasi pemain terbaik dari Liga Super, Indonesia dipaksa takluk 1-2 dari Arab Saudi pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 23 Maret 2013.

3. INDONESIA 1-1 CHINA - (Jacksen F Tiago)
Tak kunjung meriah hasil positif PSS melalui BTN kembali mengganti pelatih. Kali ini giliran Jacksen F. Tiago melatih Indonesia untuk melawa China di pertandingan ketiga Grup C.  Bermaterikan pemain ISL dan IPL, Indonesia mampu menaham imbang China dengan skor 1-1 pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno, 15 Oktober 2013 itu.

Gonta ganti pelatih ini akhirnya membuahkan hasil pada pertandingan ketiga. Namun ini tentu saja berdampak buruk pada gaya permaianan Indonesia. Pelatih tentu mempunyai gaya bermain yang berbeda-beda untuk diterapkan kepada anak asuhnya. Jika setiap pertandingan main dengan gaya berbeda akan menyulitkan pemain untuk beradaptasi.

Hasil seri 1-1 menghadapi China pada pertandingan ketiga bisa dibilang cukup bagus. Namun tentu semua masih tergantung kepada BTN apakan sudah puas dengan hasil ini. Jika belum puas tentu akan ada pelatih selanjutnya yang akan melatih Indonesia?

Pertandingan Indoesia selanjutnya adalah penghadapi China sebulan lagi.  Gosip-gosipnya akan ada pelatih baru tapi muka lama yang akan menggantika Jakcsen, siapa dia? tunggu kisahnya.
Dari Redaksi 8789624366820514386

Beranda item