blogkombecks
Sedang memuat...

Semen Padang FC Dua Musim Di Dua Kompetisi Berlawanan

Semen Padang FC Dua Musim Di Dua Kompetisi berlawanan. Itulah yang dialami Semen Padang FC dua musim terakhir sebagai buntut dari kekisruhan sepakbola nasional. Semen Padang yang berkomitmen bermain di liga resmi harus rela pindah-pindah kompetisi berlawanan namun selevel yang tentu saja sangat merugikan.

Musim terakhir mereka di Indonesian Super League, Semen Padang FC dibawah Asuhan Nil Maizar (Legenda Hidup Semen Padang) berhasil finish di posisi keempat. Sebagai tim yang baru saja promosi dari divisi utama tentu ini cukup membanggakan. Tak heran belakangan Nil Maizar di angkat PSSI untuk menjadi pelatih Timnas senior Indonesia.

Berpindahnya status liga legal dari ISL ke IPL (Indonesian Premier League) membuat Semen Padang mau tak mau harus pindah ke IPL. Pada musim perdana ini Semen Padang berhasil menjadi jawara kompetisi yang diikuti oleh 12 klub tersebut. Saat itu Semen Padang sudah mengunci gelar jauh sebelum kompetisi berakhir.

Selepas kepergian Nil Maizar, Semen Padang hampir saja meraih Double Winners bersama pelatih baru mereka, Suhatma Imam. Namun langkah Semen Padang FC dihentikan Persibo Bojonegoro di final Piala Indonesia dengan skor tipis 1-0.

Merasa kurang puas dengan IPL manajemen Semen Padang pada 10 Oktober 2012 memutuskan untuk kembali ke ISL. Kembalinya Semen Padang ke ISL disambut baik pihak LI, sebagai konsekuensinya Semen Padang harus menarik beberapa pemain dari timnas kecuali Vendry Mofu demi solidaritas sesama klub ISL.


Semen Padang FC 8440875443041534728

Beranda item